Puncak Suroloyo, Lelah yang Berbayar Indah

Yogyakarta memiliki banyak spot – spot cantik untuk menikmati Sunrise maupun Sunset. Mulai dari background candi, lautan hingga barisan pegunungan. Dan yang satu ini salah satu yang terbaik. Berlokasi di Dusun Keceme, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Kulonprogo, Yogyakarta. Untuk menuju puncak Suroloyo anda harus menaiki anak tangga yang berjumlah 286 dengan tingkat kemiringan yang lumayan terjal. Untuk sampai ke puncaknya di butuhkan fisik yang prima, dan yang pasti perut tidak boleh dalam keadaan terisi penuh karena dapat menyebabkan mual. Untuk yang biasa trekking rute seperti di Puncak Suroloyo mungkin dapat ditempuh dalam sekali daki tanpe istirahat. Namun utk yang tidak terbiasa sebaiknya tidak perlu terburu – buru, berjalanlah dengan diselingi obrolan dengan teman dan sesekali beristirahat.

Sumber Gbr: piknikasik
Sumber Gbr: piknikasik

Puncak Suroloyo adalah puncak tertinggi di Perbukitan Menoreh, Yogyakarta. Perbukitan yang memiliki ketinggian kurang lebih 2000 meter dpl ini membentang sepanjang Yogyakarta dan Jawa Tengah. Dari Puncak Suroloyo, wisatawan bisa melihat Yogyakarta dari atas awan dan bisa melihat langsung keindahan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Di Puncak Suroloyo terdapat tiga buah gardu pandang yang secara umum disebut pertapaan, masing-masing memiliki nama Suroloyo, Sariloyo dan Kaendran. Selain itu, Bukit Suroloyo juga merupakan tempat yang menyimpan cerita legenda.  Legenda ini mengkisahkan seorang Raden Mas Rangsang yang kemudian hari bergelar Sultan Agung Hanyokrokusumo, bertapa untuk menjalankan wangsit yang datang padanya.

Sumber Gbr: jogjainvest
Sumber Gbr: jogjainvest

Legenda mengenai Puncak Suroloyo bermula dari seorang pujangga bernama Ngabehi Yasadipura dari Keraton Surakarta yang dalam kitabnya berjudul Cabolek. Ia mengisahkan bahwa Raden Mas Rangsang, Putra Mahkota Kerajaan Mataram Islam, pernah menerima wangsit untuk menjadi penguasa tanah Jawa. Raden Mas Rangsang harus berjalan kaki dari keraton di wilayah Kotagede menuju ke arah barat. Setelah menempuh perjalanan dengan jarak sekitar 40 kilometer di wilayah Pegunungan Menoreh, ia jatuh pingsan karena kelelahan. Dalam pingsannya, Raden Mas Rangsang mendapat wangsit yang kedua. Wangsit tersebut memerintahkan agar Raden Mas Rangsang, yang ketika besar bergelar Sultan Agung Hanyakrakusuma, untuk melakukan tapa kesatrian di tempat itu. Tempat itulah yang sekarang disebut dengan Puncak Suroloyo.

Sumber Gbr: swaragamafm
Sumber Gbr: swaragamafm

Ada tiga pendopo di Puncak Suroloyo. Pendopo pertama ialah Pertapaan Suroloyo. Lokasinya Pertapaan Suroloyo berada di paling bawah dibandingkan dengan dua pendopo lainnya. Dari sini wisatawan dapat melihat Candi Borobudur. Pendopo kedua bernama Pertapaan Sariloyo yang terletak 200 meter ke arah barat. Dari Pertapaan Sariloyo, wisatawan bisa memandang Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro. Untuk mencapai pendopo ketiga, wisatawan harus naik tangga sekitar 200 meter lagi. Pendopo ini diberi nama Pertapaan Kaendran. Dari tempat ini secara samar-samar akan terlihat warna biru berbatas dengan abu-abu yang merupakan Pantai Glagah di Kulonprogo.[Semua pertapaan ini berada dalam satu area berdekatan di kawasan Puncak Suroloyo. Puncak Suroloyo merupakan satu titik temu antara empat gunung, yakni Merapi, Sindoro, Sumbing dan Merbabu.

Lokasi & Harga Tiket Masuk Puncak Suroloyo

Rute yang bisa anda tempuh untuk bisa ke Puncak Suroloyo sejauh  dari arah Jogja melewati jl. Godean terus hingga Balai Desa Sidorejo, dari Balai Desa terus sekitar 1,2 KM bertemu perempatan Sendangarum (Minggir) belok ke kanan. Terus sekitar 1,6 KM bertemu pertigaan belok kiri, dari pertigaan tersebut terus hingga mentok lalu ambil kanan. Ikuti jalan beraspal hingga bertemu perempatan Nanggulan dari perempatan itu jalan yang pegunungan yang berliku akan menyambut anda hingga tiba di puncak Suroloyo. Ikuti jalan sesuai petunjuk arah atau boleh bertanya dengan penduduk sekitar agar tak tersesat. Tiket masuk ke lokasi wisata Puncak Suroloyo sebesar Rp 3.000.

Peta Puncak Suroloyo

Goa Kiskendo, Keunikan Goa Raksasa

sumber gbr: jogjaempatroda
sumber gbr: jogjaempatroda

Goa Kiskendo merupakan Goa yang syarat akan mitos, bahkan termasuk salah satu goa yang di sakralkan. Cerita yang beredar di lingkungan masyarakat sekitar bahwasannya dahulu Goa ini merupakan tempat tinggal dua raksasa bernama Mahesasura (raksasa berkepala kerbau) dan Lembusura (raksasa berkepala Sapi). Terdapat sebuah lorong goa yang dipercaya sebagai tempat pertempuran ke dua raksasa tersebut dengan Subali (manusia kera). Cerita – cerita ini terukir indah di sebuah bebatuan berukir atau biasa disebut relief layaknya buku dongeng. Terdapat 9 tempat yang biasa di gunakan sebagai tempat pertapaan diantaranya Pertapaan Tledek, Padasan, Kusuma, Semelong, Santri Tani, Lumbung Kampek, Selumbung, Sekadang dan yang terakhir adalah Seterbang.

sumber gbr: beatifulindonesia
sumber gbr: beatifulindonesia

Terlepas dari ceritan pewayangan yang menghiasi Goa Kiskendo, lokasi wisata ini ternyata berada di ketinggian 1200 Mdpl (Meter Dibawah Permukaan Laut), lokasinya yang di atas pegunungan menoreh membuat suhu di sekitar goa terasa sejuk. Goa ini ditemukan pada tahun 1825, dinamakan Kiskendo yang memiliki arti Kikisan Kedu Lan Jogja ( perbatasan Kedu dan Jogja). Uniknya menurut salah satu Juru Kunci, Goa Kiskendo secara administratif letaknya di Kecamatan Girimulyo, Kulon Progo. Namun bagian dalam Goa sudah masuk di wilayah Jawa Tengah.

sumber gbr: watespahpoh
sumber gbr: watespahpoh

Panjang dari Goa sendiri sekitar 1 Km. Jika anda menyusuri goa ini maka di tengah tengah perjalanan akan menemukan sebuah kendi air dimana berisi tetesan air dari stalagtit yang tentunya bersumber dari sebuah mata air bersih sehingga dapat langsung diminum oleh pengunjung yang merasa cukup kelelahan saat menyusuri Goa ini. Anda tidak perlu memiliki keahlian dalam trekking karena jalur penyusuran goa sudah di fasilitasi dengan jalan setapak yang terbuat dari beton hingga memudahkan anda saat berjalan, cukup membawa bekal senter karena pencahayaan di dalam goa sedikit remang. Namun jika anda ingin menelusuri goa ini lebih jauh maka ada jalur yang memang tidak diperuntukan bagi pengunjung umum dan perlu di dampingi guide profesional.

sumber gbr: Dolanotomotif
sumber gbr: Dolanotomotif

Fasilitas di tempat ini sudah cukup lengkap, jika anda takut memasuki area goa maka dapat bersantai di taman lengkap dengan bangku dan area bermain anak. Toilet dan tempat sampah juga mudah ditemukan sehingga tidak ada alasan lagi membuang sampah sembarangan, mengingat kebersihan di Goa Kiskendo sendiri memang sudah terjaga dengan baik. Selain taman dan area bermain anak, beberapa kelompok pun sering melakukan aktivitas outbond dan kemah di area Goa yang luasnya sekitar setengah hektar ini.

Lokasi & Harga Tiket Masuk Goa Kiskendo

Jika dari arah Jogja langsung arahkan kendaraan anda ke Barat Jogja melalui jalan Godean. Terus ikuti jalan utama hinga tiba di perempatan lampu merah Pasar Godean. Dari situ terus saja dan anda akan mulai disambut jalan yang menanjak dan berliku. Petunjuk arah ke Goa Kiskendo akan dengan mudah anda temukan dan membantu anda hingga tiba di  lokasi. Jalan ke Goa Kiskendo masih bisa dilewati oleh kendaraan pribadi baik motor ataupun mobil, Parkir untuk kendaraan pun luas sehingga tidak perlu bingung. Hanya saja tidak disarankan bagi anda yang berkunjung menggunakan Bus. Harga tiket masuk ke Goa ini hanya sebesar Rp 2.000 saja. Dsedangkan jasa pemandu yang menemani anda saat menyusuri Goa dikenakan cuma – cuma alias gratis, namun tidak ada salahnya jika anda ingin memberi tips kepada si pemandu.

Peta Goa Kiskendo