5 Tempat di Jogja Yang Bikin Kangen

Sebenarnya jogja itu seperti seorang mantan kekasih atau mantan kekasih yang akan memberikan virus benih untuk semua orang yang pernah mengunjunginya. Kesederhanaannya dan semua keramahannya tentu akan membuat anda merasa sangat nyaman dan merasa ada satu hal yang harus menjadi satu kenangan.

Hampir semua orang yang pernah tinggal atau bahkan pernah datang akan sepakat jika Jogja memang sangat istimewah. Dengan semua suasana yang sangat sederhana tanpa anda harus menyadarinya maka ia menjadi salah satu bagian dair ribuan orang yang menjadi sangat menyenangkan. Hingga akhirnya pada saat anda sudah meninggalkannya beberapa tahun anda akan selalu merasa jogja sangat istimewa dan tidak patut untuk anda lukan begitu saja. Jogja menjadi salah satu tempat yang bisa membuat anda menjadi sangat rindu ketika anda pergi. Ada banyak sekali hal yang biasanya akan membuat anda sangat rindu mulai dari makan di beberapa angkringan jalanan, penjual yang sangat ramah serta banyak hal lain yang tanpa sadar akan membuat anda sangat rindu.

Dan berikut ini adalah 5 Tempat di Jogja Yang Bikin Kangen diantaranya adalah :

Tugu Jogja

Source by: ekohp
Source by: ekohp

Tugu jogja menjadi urutan utama menjadi tempat yang paling anda kangenkan. Hal ini karena tugu sendiri adalah salah satu simbol dan selalu dipakai sebagai ikon dari kota jogja itu sendiri. Tugu ini adalah salah satu bangunan yang didirikan oleh Hamengkubuwana I. Letaknya yang berada dikawasan perempatan jalanan di kota jogj ini merupakan garis yang bersifat sangat magis yang mana menghubungan antara laut selatan keraton dan juga gunung merapi. Sebagai salah satu objek pariwisata Jogja tugu ini sering dikenal sebagai salah satu tugu tempat yang paling dirindukan karena daya tariknya. Setiap hari tidak ada hal yang bisa anda lupakan di Tugu. Tidak ada kata sepi di kawasan tugu setiap orang selalu ada yang berkumpul dikawasan ini. Mulai dari foto  foto hingga angkrigan dengan ngopi bareng. Hal seperti ini yang terkadang sering mereka tidak bisa lupakan.

Jalan Malioboro

Source by: piknikdong
Source by: piknikdong

Malioboro adalah salah satu jalan dengan panjang 1 km. Ini bisa dikatakan sebagai jantung dar kota jogja yang selalu memberikan rasa rindu untuk anda. Ada banyak seklai dertan kios souvenir mulai dari batik hingga barang yang antik adalah sedikit dari beribu barang yang dijual tanpa harus menghabiskan kantong anda. Disini adalah tempat untuk anda bisa menanjangan diri anda untuk belanja. Saat anda berbelanja dikawasan malioboro sebenarnya anda bukan hanya sekedar berasa berbelanja tapi juga anda bisa menikmati suasana yang terasa sangat romantis yang ada disana. Ada deretan sejumlah tukang becak yang memang tidak pernah terlihat lebih menawarkan jasanya dan beberapa andong tua juga yang selalu terlihat hilir mudik yang menajdi bagian yang memang tidak bisa anda pisahkan. Inilah salah satu alasan mengapa banyak wisatawan dan juga banyak pendatang yang selalu kangen untuk datang ke jogja. Bisa dikatakan Malioboro menjadi bagian yang memang tidak bisa anda pisahkan. Ini adalah salah satu sejarah dan sebuah kenangan yang akan selalu menghampiri siapapun.

Titik Nol Kilometer

Source by: outingjogja
Source by: outingjogja

Titik nol kilometer ini sebenarnya adalah tempat asal mula dari kisah dari Jogja. Ini adalah sebuah persimpangan untuk anda bisa melihat jogja dengan utuh. Joga yang cukup parat tapi selalu syahdu, jogja yang modern tapi tetap tidak terpisahkan dengan kebudayaan lokal serta jogja yang kelu tap juga tetap rindu. Titik Nil Kilometer sendiri menjadi tempat yang sangat wajib anda pilih menadi tempat wajib untuk anda menghabiskan liburan. Saat di tempat ini anda akan merasa berada dihantung kota jogja dimana kawasan ini akan selalu sangat ramai dengan dilewati dengan orang setiap harinya. Mulai dair pagi, siang , maka dan kembali lagi tepat ini tidak pernah sepi. Mengunjungi Titik nl kilometer ini jusru akan membawa anda kembali ke masa lalu yang jauh lebih indah. Karena kawasan ini adalah salah satu kawasan yang sangat penting. Selain itu, perepatan ini juga memiliki banyak bangunan denan gaya art deco yang menajdi salah satu landmark. Dan menjadi salah satu bangunan cukup sejarah. Hal inilah yang terkadang untuk siapapun yang datang ke jogja tidak bisa melupakan keasriannya yang sangat nyaman dan sangat indah.

Alun – alun Selatan

alkid

Dengan menikmati semangkung wedang jahe yang hangat sambil duduk diatas gelaran tikar menjadi salah satu bagian yang sangat sempurna untuka dna bisa berkunjung ke alun   alun selatan ini. Ada kerlap kerlip warna warni dari odong  odong dengan banyak sekali bentuk yang bisa menjadi satu hal yang akan menghibur anda yang menjadi salah satu kombinasi yang sangat pas untuk anda lihat saat anda berada di jogja. Ini adalah salah satu suasana yang menjadi salah satu kombinasi yang cukup pas untuk anda yang memang tinggal di Jogja dan yang paling tidak untuk anda yang pernah datang dan ingin mengulang hal yang sama saat anda berada di jogja.

Keraton Jogja

kraton

Ini adalah Istana resmi kesultanan Jogja yang mana lokasinya berada di Pusat dari Yogyakarta.  Walaupun secara resmi sebenarnya kesulitan ini telah menjadi salah satu bagian dari Republik Indonesia tapi kompleks dari bangunan yang ada di keraton ini justru masih berfungsi sebagai tempat tinggal dari kesultanan dan juga rumah bagian istana yang mana masih menjalankan tradisi kesulitan yang tetap dilaksanakan hingga saat ini juga. Keraton juga sebenanya mash benadi salah satu bagian dari objek wisata kota Jogja yang selalu menjadi bagian yang akan anda rindukan pada saat pertama kali. Dengan kata lain ini adalah salah satu alasan mengapa anda harus kembali lagi untuk ke jogja.

Hampir sebagian besar dari kompleks keraton ini sendiri adalah museum yang menyimpan banyak koleksi milik dari kesultan dan juga banyak beberapa hadiand ari raja eropa serta beberapa jenis dari alat musik yang  selalu dijaga. Satu hal yang membuatnya sangat unik dan menarik adalah bagunan dari keraton memiliki arsitektur istana terbaik dengan memiliki balairung yang mewah dengan pavilun yang sangat luas.

 

Kampung Cyber, Kampung Kecil di Jogja Yang Mendunia

Akses menuju Kampung Cyber Jogja memang cukup menantang. Jalanan di sana terbilang sempit, bahkan mobil pun tak muat untuk masuk, sebab jalanan yang terseda hanya untuk motor dan sepeda saja. Jadi saat menuju kampong ini, pengunjung yang membawa mobil mesti memarkirkan mobilnya terlebih dulu di area parkiran tempat wisata pemandian di Taman Sari, yakni sebuah tempat bekas pemandian dari ratu di zaman kerajaan dulu. Kampung Cyber merupakan destinasi tempat wisata kampong yang berada di tengah pusat kota Yogyakarta. Dengan jaraknya dari pemandian Taman Sari hanya berjarak 50 meter saja.

Source by: kanaljogja
Source by: kanaljogja

Kampung Cyber yang terkenal di Jogjakarta ini adalah salah satu desa atau kampong yang telah didesin oleh Pemda DIY bersama dengan warga setempat untuk dijadikan sebuah objek wisata. Dimana Kampung Cyber ini telah didirikan oleh Antonius Sasongko, sejak tahun 2006 lalu. Sebenarnya kampong ini hanya memiliki satu RW saja di area kampong wisata pemandian Taman Sari. Tak hanya Kampung Cyber saja, terdapat pula berjajar RW yang lainnya yang didesain dengan nuansa kampung berciri khas etnik Jawa demi menarik para wisatawan.

Kampun Cyber, Kampungnya Orang-Orang Melek Teknologi

Source by: rt36kampoengcyber
Source by: rt36kampoengcyber

Kampung Cyber sendiri merupakan kampung wisata satu-satunya yang ada di kawasan tersebut dan terbilang cukup populer. Apalagi semejak kampung ini telah diblusuki oleh pendiri Facebook atau CEO facebook, yakni Mark Zuckerberg. Sekaligus sebagai kampung satu-satunya yang meraih penghargaan dari AJE Indonesia, yakni produsen dari minuman ringan dengan hibah sebesar Rp. 100 juta ditujukan untuk pembekalan terhadap infrastruktur internet.

Seperti kita ketahui, bahwa warga yang ada di kampung tersebut hampir semuanya melek teknologi. Hal tersebut bisa dilihat dari masing-masing rumah yang ada di kampung ini sudah terpasang koneksi jaringan internet. Tak tanggung-tanggung, di area pos ronda kampung pun telah terpasang hotspot gratis khusus bagi warga RW 36 ini. Jadi tak heran jika anak-anak SD sudah mahir untuk berselancar di internet.Pasalnya hampir di tiap sore hari, anak-anak SD dari RW 36 selalu berkumpul di area pos ronda hanya untuk berselancar di dunia maya. Di dunia maya sendiri, warga yang ada di Kampung Cyber tersebut membangun sebuah situs dengan link www.rt36kampoengcyber.com.

Source by: jadiberita
Source by: jadiberita

Adapun di situs tersebut terdapat berbagai macam produk kerajinan handmade serta toko online para warga yang ada di Kampoeng Cyber Jogja.Sebenarnya rumah warga yang ada di Kampung Cyber ini juga tidak begitu mewah bahkan sangat sederhana. Dimana hampir semua rumah di sana begitu sederhana dengan nuansa khas etnik Jawa yang kental. Bahkan jarak rumah satu dengan jarak rumah lainnya amat berdekatan seperti tak berjarak. Tapi tenang saja, blusukan ke Kampung Cyber ini tak akan membuat Anda enggan sebab lingkungan disini begitu bersih.
Anda tak akan pernah melihat sampah berserakan dipinggir jalan.

Keseluruhan dari rumah warga yang ada di kampung ini telah dilengkapi kabel-kabel untuk jaringan, sehingga memudahkan seluruh warga agar bisa mengakses internet. Dimana jaringan internet pada tiap rumah warga ini berpusat serta dikendalikan langsung dari tempat tinggal ketua RTnya. Melalui konsep tersebut, akses menuju dunia maya tentunya tak lagi hanya dinikmati para warga di area perkotan saja. Melainkan internet sebagai bentuk hasil perkembangan teknologi di zaman modern kini bisa merangkul para warga di perkampungan.

Source by: rt36kampoengcyber
Source by: rt36kampoengcyber

Nuansa Etnik Jawa yang Kental di Rumah-Rumah Warga

Satu hal lagi yang membuat kita menarik berkunjung ke kampung ini adalah terdapat tembok jalanan maupn tembok yang ada di beberapa unit rumah warga tampak mural. Dengan gambar yang unik tersimpan pesan yang edukatif. Dimana semua gambar tersebut bernuansa khas etnik Jawa, seolah-olah menunjukkan jati diri atau identitas dari Kampung Cyber Jogja yang sebenarnya.