5 Tempat Kuliner Sayur Rumahan di Yogyakarta

Bagi wisatawan atau perantau yang kebetulan bekerja di Yogyakarta kadang rindu akan masakan rumahan. Sayur Lodeh, Sop dan sayur – sayur rumahan lainnya membuat rinda akan rumah. Nah berikut kami berikan daftar warung / Rumah Makan yang menyediakan menu rumahan dengan rasa yang sudah melegenda di Yogyakarta.

Lodeh Lombok Ijo Mbah Wiji

Sumber Gbr: foodguidejogja
Sumber Gbr: foodguidejogja

Lokasi yang cukup jauh dari kota yogyakarta tidak menyurutkan para pemburu kuliner untuk singgah di warung Mbah Wiji yang terletak di Pakem Kaliurang ini. Menu yang banyak dicari tidak lain adalah Lodeh Lombok Ijo. Masakan tradisional yang menjadi ciri khas di warung mbah wiji ini sebenarnya hanya berisi tempe dan irisan cabe hijau namun yang menjadikannya lezat adalah rasa dari kuah santannya. Cukup dengan Rp 5.000 kita sudah bisa menikmati semangkuk Lodeh Lombok Hijau.

Sop Merah Bu Asih

Sumber Gbr: Pamalas
Sumber Gbr: Pamalas

Sop mungkin menjadi sayur yang hampir tiap hari di jumpai, bisa dibilang sayur sejuta umat ini menjadi pilihan memasak karena dapat di konsumsi tidak hanya oleh lidah orang dewasa melainkan juga oleh lidah anak – anak. Dan di Warung Bu Asih ini Sop di sajikan dengan warna kuah yang berbeda dari biasanya, yakni cenderung kemerahan. Sebelum menjadi bangunan permanen seperti saat ini, Sop Merah Bu Asih hanya di jual dengan menggunakan gerobak layaknya penjual bakmie jawa. Rasanya pedas dan gurih alami. Buka mulai pukul 17.00 hingga habis, jika tidak ingin antri berjam – jam maka datanglah sebelum pukul 18.00 karena warung yang lokasinya tepat di pertigaan lampu merah Parakan (Jl. Kolonel Sugiono) ini akan sangat ramai di saat jam – jam makan malam.

Brongkos Bu Padmo

Sumber Gbr: trip101
Sumber Gbr: trip101

Lokasinya cukup jauh dari kota Jogja yakni di Tempel (Kali Krasak) dan berbatasan langsung dengan Magelang, namun tidak mengurungkan niat pemburu Brongkos untuk datang ke Warung Bu Padmo. Awalnya warung ini dibuka untuk para pekerja tambang di daerah sekitar Kali Krasak, seiring perkembangan dan kelezatan Brongkosnya yang mulai terkenal, kini Brongkos Bu Padmo menjadi salah satu kuliner populer di Jogja. Warna hitam pekat yang bercampur santan serta isian daging sapi menjadi porsi utama yang di bandrol seharga Rp 20.000.

Rawon Mas Dono

Sumber Gbr: ratnanene
Sumber Gbr: ratnanene

Meski sama – sama berwarna hitam namun dari segi rasa Rawon sangat lah berbeda dengan Brongkos. Brongkos memiliki rasa yang lebih soft karena memakai campuran santah sebagai kuahnya. Sedangkan Rawon tidak menggunakan santan, rasanya gurih segar layaknya soto. Lokasinya di dalam terminal Condong Catur dan sudah buka mulai jam 07.00, jadi sangat ideal bagi yang ingin mencoba sarapan Rawon sebelum beraktivitas. Harganya pun untuk seporsi Nasi Rawong hanya sekitar Rp 11.000. Selain Nasi Rawon di warung ini juga menyediakan menu lain seperti Nasi Pecel.

Asem – asem Soekonandi

Sumber Gbr: foodguidejogja
Sumber Gbr: foodguidejogja

Rumah makan yang satu ini menawarkan menu-menu yang jarang di jumpai, seperti brongkos, rawon hingga asem-asem. Ketiga menu ini menjadi unggulan di rumah makan  Sukonandi yang terletak tepat di barat stadion Mandalakrida. Seperti menu asem-asem nasi yang disuguhkan kali ini, terdiri dari potongan daging, irisan cabai, tomat hijau serta belimbing wuluh, dan tentunya dengan rasa asam manis yang pas benar-benar membuat menu yang satu ini istimewa. Untuk bisa menik mati menu asam-asam nasi cukup dengan membayar Rp 14.500. Selain bisa menikmati makanan yang lezat disini, jika beruntung kita akan dihampiri dan diramal langsung oleh ownernya pak Prasetyo.

Belalang Goreng, Kuliner Unik Yang Bergizi Tinggi

Belalang Goreng – Siapa sangka jika hewan insecta yang selama ini dianggap hama pertanian ternyata juga dapat diolah dan di makan. Bagi sebagian besar orang, belalang munging hanya dianggap sebagai hewan liar dan hama pertanian, namun di Gunung Kidul Yogyakarta, belalang kini jadi primadona baru wisata kuliner. Aneka makanan olahan dari belalang kini menjadi salah satu oleh oleh khas ketika berwista di gunung Kidul. Bahkan tak sedikit warung makan yang menyediakan menu utama dari olahan belalang dengan berbagai variasi rasa.

belalang goreng
Belalang goreng disajikan bersama nasi merah

Awal mula muncul makanan belalang goreng
Semula, ide untuk membuat belalang sebagai wisata kuliner muncul karena kebiasaan sebagian masyarakat Gunung Kidul yang mengonsumsi belalang sebagai bahan pangan alternatif. Di Gunung Kidul sendiri populasi belalang masih sangat banyak yang ditemui di ladang dan sawah. Saat musim panen, penduduk tak hanya memanen hasil pertanian saja, tetapi juga panen belalang. Dengan banyaknya belalang masyarakat sekitar kemudian mengolahnya sebagai lauk pauk atau sekedar untuk cemilan. Setelah beberapa kali terkespose media elektronik, belalang goreng menjadi semakin terkenal, sehingga banyak wisatawan yang berkunjung ke Gunung Kidul menjadi penasaran ingin merasakan seperti apa enaknya belalang goreng. Setelah mencicipi, sebagian besar memang mengakui bahwa meskipun bentuknya aneh namun belalang goreng punya rasa yang enak seperti udang. dari situ kemudian banyak pelaku wisata yang menggiatkan belalang goreng menjadi oleh oleh dan kuliner khas Gunung Kidul

belalang goreng dalam kemasan
Belalang goreng yang siap dijual dalam bentuk kemasan

Enak, dan Kaya Akan Gizi
Meskipun masih banyak yang takut melihat bentuknya, namun ternyata belalang goreng ini memiliki rasa yang sangat gurih dan enak. Bahkan jika diteliti lebih lanjut, kandungan gizi yang terdapat di belalang tak kalah dengan daging sapi atau ayam. Beberapa waktu lalu Pakar Gizi dari IPB merilis info kandungan Gizi dalam belalang goreng. hasilnya, kuliner unik ini memiliki kandungan 20-30% protein. Di bagian kulitnya juga terdapat Zat kitosan seperti halnya udang. Makanan khas ini juga mengandung beragam vitami seperti A, B, B1, B2, B6, E, C, serta asam folat. Belalang juga mampu memenuhi kebutuhan vitamin A tubuh hingga 30%.

belalang
Penjual belalang mentah juga sering ditemui di pinggir jalan jalan utama Gunung Kidul

Harga kuliner dari belalang
Di Gunung Kidul sendiri belalang diolah dengan beragam cara. Jika dahulu hanya sebatas digoreng saja, kini banyak warung warung makan yang mencoba mengkreasikannya seperti belalang bacem, belalang pedas manis, belalang goreng, dll. Untuk harga per porsi belalang di jual antara Rp. 6.000 hingga Rp. 10.000. Sedangkan untuk oleh oleh yang sudah dikemas harganya berkisar antara Rp. 20.000 hingga Rp. 30.000 tergantung ukurannya. Ada juga yang menjualnya dalam keadaan mentah, belalang dijual dalam bentuk untaian, satu untai biasanya dijual seharga Rp. 10.000 . Bagaimana? tertarik untuk mencicipi belalang goreng khas Gunung Kidul ini ?