5 Tempat di Jogja Yang Bikin Kangen

Sebenarnya jogja itu seperti seorang mantan kekasih atau mantan kekasih yang akan memberikan virus benih untuk semua orang yang pernah mengunjunginya. Kesederhanaannya dan semua keramahannya tentu akan membuat anda merasa sangat nyaman dan merasa ada satu hal yang harus menjadi satu kenangan.

Hampir semua orang yang pernah tinggal atau bahkan pernah datang akan sepakat jika Jogja memang sangat istimewah. Dengan semua suasana yang sangat sederhana tanpa anda harus menyadarinya maka ia menjadi salah satu bagian dair ribuan orang yang menjadi sangat menyenangkan. Hingga akhirnya pada saat anda sudah meninggalkannya beberapa tahun anda akan selalu merasa jogja sangat istimewa dan tidak patut untuk anda lukan begitu saja. Jogja menjadi salah satu tempat yang bisa membuat anda menjadi sangat rindu ketika anda pergi. Ada banyak sekali hal yang biasanya akan membuat anda sangat rindu mulai dari makan di beberapa angkringan jalanan, penjual yang sangat ramah serta banyak hal lain yang tanpa sadar akan membuat anda sangat rindu.

Dan berikut ini adalah 5 Tempat di Jogja Yang Bikin Kangen diantaranya adalah :

Tugu Jogja

Source by: ekohp
Source by: ekohp

Tugu jogja menjadi urutan utama menjadi tempat yang paling anda kangenkan. Hal ini karena tugu sendiri adalah salah satu simbol dan selalu dipakai sebagai ikon dari kota jogja itu sendiri. Tugu ini adalah salah satu bangunan yang didirikan oleh Hamengkubuwana I. Letaknya yang berada dikawasan perempatan jalanan di kota jogj ini merupakan garis yang bersifat sangat magis yang mana menghubungan antara laut selatan keraton dan juga gunung merapi. Sebagai salah satu objek pariwisata Jogja tugu ini sering dikenal sebagai salah satu tugu tempat yang paling dirindukan karena daya tariknya. Setiap hari tidak ada hal yang bisa anda lupakan di Tugu. Tidak ada kata sepi di kawasan tugu setiap orang selalu ada yang berkumpul dikawasan ini. Mulai dari foto  foto hingga angkrigan dengan ngopi bareng. Hal seperti ini yang terkadang sering mereka tidak bisa lupakan.

Jalan Malioboro

Source by: piknikdong
Source by: piknikdong

Malioboro adalah salah satu jalan dengan panjang 1 km. Ini bisa dikatakan sebagai jantung dar kota jogja yang selalu memberikan rasa rindu untuk anda. Ada banyak seklai dertan kios souvenir mulai dari batik hingga barang yang antik adalah sedikit dari beribu barang yang dijual tanpa harus menghabiskan kantong anda. Disini adalah tempat untuk anda bisa menanjangan diri anda untuk belanja. Saat anda berbelanja dikawasan malioboro sebenarnya anda bukan hanya sekedar berasa berbelanja tapi juga anda bisa menikmati suasana yang terasa sangat romantis yang ada disana. Ada deretan sejumlah tukang becak yang memang tidak pernah terlihat lebih menawarkan jasanya dan beberapa andong tua juga yang selalu terlihat hilir mudik yang menajdi bagian yang memang tidak bisa anda pisahkan. Inilah salah satu alasan mengapa banyak wisatawan dan juga banyak pendatang yang selalu kangen untuk datang ke jogja. Bisa dikatakan Malioboro menjadi bagian yang memang tidak bisa anda pisahkan. Ini adalah salah satu sejarah dan sebuah kenangan yang akan selalu menghampiri siapapun.

Titik Nol Kilometer

Source by: outingjogja
Source by: outingjogja

Titik nol kilometer ini sebenarnya adalah tempat asal mula dari kisah dari Jogja. Ini adalah sebuah persimpangan untuk anda bisa melihat jogja dengan utuh. Joga yang cukup parat tapi selalu syahdu, jogja yang modern tapi tetap tidak terpisahkan dengan kebudayaan lokal serta jogja yang kelu tap juga tetap rindu. Titik Nil Kilometer sendiri menjadi tempat yang sangat wajib anda pilih menadi tempat wajib untuk anda menghabiskan liburan. Saat di tempat ini anda akan merasa berada dihantung kota jogja dimana kawasan ini akan selalu sangat ramai dengan dilewati dengan orang setiap harinya. Mulai dair pagi, siang , maka dan kembali lagi tepat ini tidak pernah sepi. Mengunjungi Titik nl kilometer ini jusru akan membawa anda kembali ke masa lalu yang jauh lebih indah. Karena kawasan ini adalah salah satu kawasan yang sangat penting. Selain itu, perepatan ini juga memiliki banyak bangunan denan gaya art deco yang menajdi salah satu landmark. Dan menjadi salah satu bangunan cukup sejarah. Hal inilah yang terkadang untuk siapapun yang datang ke jogja tidak bisa melupakan keasriannya yang sangat nyaman dan sangat indah.

Alun – alun Selatan

alkid

Dengan menikmati semangkung wedang jahe yang hangat sambil duduk diatas gelaran tikar menjadi salah satu bagian yang sangat sempurna untuka dna bisa berkunjung ke alun   alun selatan ini. Ada kerlap kerlip warna warni dari odong  odong dengan banyak sekali bentuk yang bisa menjadi satu hal yang akan menghibur anda yang menjadi salah satu kombinasi yang sangat pas untuk anda lihat saat anda berada di jogja. Ini adalah salah satu suasana yang menjadi salah satu kombinasi yang cukup pas untuk anda yang memang tinggal di Jogja dan yang paling tidak untuk anda yang pernah datang dan ingin mengulang hal yang sama saat anda berada di jogja.

Keraton Jogja

kraton

Ini adalah Istana resmi kesultanan Jogja yang mana lokasinya berada di Pusat dari Yogyakarta.  Walaupun secara resmi sebenarnya kesulitan ini telah menjadi salah satu bagian dari Republik Indonesia tapi kompleks dari bangunan yang ada di keraton ini justru masih berfungsi sebagai tempat tinggal dari kesultanan dan juga rumah bagian istana yang mana masih menjalankan tradisi kesulitan yang tetap dilaksanakan hingga saat ini juga. Keraton juga sebenanya mash benadi salah satu bagian dari objek wisata kota Jogja yang selalu menjadi bagian yang akan anda rindukan pada saat pertama kali. Dengan kata lain ini adalah salah satu alasan mengapa anda harus kembali lagi untuk ke jogja.

Hampir sebagian besar dari kompleks keraton ini sendiri adalah museum yang menyimpan banyak koleksi milik dari kesultan dan juga banyak beberapa hadiand ari raja eropa serta beberapa jenis dari alat musik yang  selalu dijaga. Satu hal yang membuatnya sangat unik dan menarik adalah bagunan dari keraton memiliki arsitektur istana terbaik dengan memiliki balairung yang mewah dengan pavilun yang sangat luas.

 

Kampung Cyber, Kampung Kecil di Jogja Yang Mendunia

Akses menuju Kampung Cyber Jogja memang cukup menantang. Jalanan di sana terbilang sempit, bahkan mobil pun tak muat untuk masuk, sebab jalanan yang terseda hanya untuk motor dan sepeda saja. Jadi saat menuju kampong ini, pengunjung yang membawa mobil mesti memarkirkan mobilnya terlebih dulu di area parkiran tempat wisata pemandian di Taman Sari, yakni sebuah tempat bekas pemandian dari ratu di zaman kerajaan dulu. Kampung Cyber merupakan destinasi tempat wisata kampong yang berada di tengah pusat kota Yogyakarta. Dengan jaraknya dari pemandian Taman Sari hanya berjarak 50 meter saja.

Source by: kanaljogja
Source by: kanaljogja

Kampung Cyber yang terkenal di Jogjakarta ini adalah salah satu desa atau kampong yang telah didesin oleh Pemda DIY bersama dengan warga setempat untuk dijadikan sebuah objek wisata. Dimana Kampung Cyber ini telah didirikan oleh Antonius Sasongko, sejak tahun 2006 lalu. Sebenarnya kampong ini hanya memiliki satu RW saja di area kampong wisata pemandian Taman Sari. Tak hanya Kampung Cyber saja, terdapat pula berjajar RW yang lainnya yang didesain dengan nuansa kampung berciri khas etnik Jawa demi menarik para wisatawan.

Kampun Cyber, Kampungnya Orang-Orang Melek Teknologi

Source by: rt36kampoengcyber
Source by: rt36kampoengcyber

Kampung Cyber sendiri merupakan kampung wisata satu-satunya yang ada di kawasan tersebut dan terbilang cukup populer. Apalagi semejak kampung ini telah diblusuki oleh pendiri Facebook atau CEO facebook, yakni Mark Zuckerberg. Sekaligus sebagai kampung satu-satunya yang meraih penghargaan dari AJE Indonesia, yakni produsen dari minuman ringan dengan hibah sebesar Rp. 100 juta ditujukan untuk pembekalan terhadap infrastruktur internet.

Seperti kita ketahui, bahwa warga yang ada di kampung tersebut hampir semuanya melek teknologi. Hal tersebut bisa dilihat dari masing-masing rumah yang ada di kampung ini sudah terpasang koneksi jaringan internet. Tak tanggung-tanggung, di area pos ronda kampung pun telah terpasang hotspot gratis khusus bagi warga RW 36 ini. Jadi tak heran jika anak-anak SD sudah mahir untuk berselancar di internet.Pasalnya hampir di tiap sore hari, anak-anak SD dari RW 36 selalu berkumpul di area pos ronda hanya untuk berselancar di dunia maya. Di dunia maya sendiri, warga yang ada di Kampung Cyber tersebut membangun sebuah situs dengan link www.rt36kampoengcyber.com.

Source by: jadiberita
Source by: jadiberita

Adapun di situs tersebut terdapat berbagai macam produk kerajinan handmade serta toko online para warga yang ada di Kampoeng Cyber Jogja.Sebenarnya rumah warga yang ada di Kampung Cyber ini juga tidak begitu mewah bahkan sangat sederhana. Dimana hampir semua rumah di sana begitu sederhana dengan nuansa khas etnik Jawa yang kental. Bahkan jarak rumah satu dengan jarak rumah lainnya amat berdekatan seperti tak berjarak. Tapi tenang saja, blusukan ke Kampung Cyber ini tak akan membuat Anda enggan sebab lingkungan disini begitu bersih.
Anda tak akan pernah melihat sampah berserakan dipinggir jalan.

Keseluruhan dari rumah warga yang ada di kampung ini telah dilengkapi kabel-kabel untuk jaringan, sehingga memudahkan seluruh warga agar bisa mengakses internet. Dimana jaringan internet pada tiap rumah warga ini berpusat serta dikendalikan langsung dari tempat tinggal ketua RTnya. Melalui konsep tersebut, akses menuju dunia maya tentunya tak lagi hanya dinikmati para warga di area perkotan saja. Melainkan internet sebagai bentuk hasil perkembangan teknologi di zaman modern kini bisa merangkul para warga di perkampungan.

Source by: rt36kampoengcyber
Source by: rt36kampoengcyber

Nuansa Etnik Jawa yang Kental di Rumah-Rumah Warga

Satu hal lagi yang membuat kita menarik berkunjung ke kampung ini adalah terdapat tembok jalanan maupn tembok yang ada di beberapa unit rumah warga tampak mural. Dengan gambar yang unik tersimpan pesan yang edukatif. Dimana semua gambar tersebut bernuansa khas etnik Jawa, seolah-olah menunjukkan jati diri atau identitas dari Kampung Cyber Jogja yang sebenarnya.

Pasar Seni Gabusan, Surganya Kerajinan Bantul

Berkunjung ke salah satu destinasi wisata belumlah lengkap jika anda belum berbelanja hasil kerajinan daerah tersebut, salah satunya jika anda menggunjungi Bantul, Jogjakarta. Di Bantul terdapat pasar seni yang sangat terkenal dan disukai wisatawan yaitu Pasar Seni Gabusan, Surganya Kerajinan Bantul. Pasar seni ini menyediakan berbagai macam kerajinan tangan asli karya masyarakat Bantul yang tentunya wajib anda tengok. Letak pasar seni ini juga terbilang cukup strategis yakni di Jalan Parangtritis KM 9 Desa Gabusan, Bantul, Jogjakarta.

Source by: kompastravelfair
Source by: kompastravelfair

Menjajakan Berbagai Jenis Kerajinan

Didirikan pada tahun 2004 dan menempati luas sebesar 4,5 hektar membuat Pasar Gabusan ini mampu menampung sebanyak 400 pedagang dan pengrajin yang dikelompokkan ke dalam 16 los. Pengelompokkan los ini juga disesuaikan dengan bahan baku atau jenis barang yang dijual di pasar seni ini. Adanya pengelompokkan memiliki tujuan agar pada wisatawan yang berkunjung dan hendak berbelanja dapat dengan mudah menemukan tempat yang menjual jenis barang kerajinan yang mereka cari.

Mulai dari los 1 sampai los 3 anda akan menemukan para pengrajin yang menjajakan produk kerajinan berbahan kulit. Di sini anda dapat menemukan berbagai macam bahan dasar kulit yang digunakan seperti kulit lembu dan kulit domba. Jenis barang kerajinan yang dijual pun juga beragam yakni mulai dari kipas tradisional, dompet, lukisan kaligrafi dari kulit, pembatas buku dan juga wayang serta beberapa kerajinan lainnya yang berbahan dasar kulit.

Source by: gabusan08
Source by: gabusan08

Sampai pada los 4 dan 5 anda akan disuguhkan dengan beragam produk kerajinan bertema batik yang tentunya ramah kantong dengan beragam design. Di los ini anda akan menemukan berbagai macam produk kerajinan dengan tema dan motif batik yang beragam. Barang yang dijajakan pun juga beragam bukan hanya mengusung konsep tradisional, tetapi ada pula konsep modern yang diberikan pula pada produk yang dijual.

Untuk di los lainnya seperti los 10 dan 11 anda akan dimanjakan dengan pemandangan berbagai macam produk kerajinan topeng dengan berbagai warna dan design yang dapat anda bawa pulang sebagai hiasan rumah anda. Kerajinan topeng ini sebagian besar berbahan dasar kayu yang dicat dan dilukis dengan motiv batik yang beragam, sehingga memberikan kesan etnik yang kental. Tak ketinggalan pada los 8 anda akan menemukan berbagai kerajinan muali dari yang simpel sampai dengan ukiran yang terlihat sulit dan mendetail. Barang-barang ini dapat anda jadikan oleh-oleh untuk penghias rumah anda.

Source by: pastvnews
Source by: pastvnews

Selain itu ada pula beberapa kerajinan perak, logam dan tembaga yang dapat anda temukan. Beberapa lukisan karya seniman Bantul juga tak kalah memeriahkan pasar ini. Untuk produk yang didatangkan dari luar Bantul juga sangat menarik untuk dilirik seperti tas dan sepatu kulit. Tentunya barang-barang kerajinan tersebut sangat sayang anda lewatkan ketika anda berkunjung ke Bantul.

Keistimewaan Pasar Seni Gabusan

Pasar seni ini sebenarnya tidak hanya menyediakan beragam produk kerajinan, tetapi juga dapat menjadi objek wisata yang menarik. Didesign dengan mencampurkan unsur budaya tradisional dan modern Pasar Seni Gabusan ini sangat memanjakan mata pengunjung. Terlebih lagi dengan adanya workshop membatik yang disediakan sebagai suatu kegiatan rekreasi yang menarik minat wisatawan, dan makin membuat pasar ini semakin istimewa. Tentunya juga anda tidak akan kebingungan ketika ingin berbelanja buah tangan asli dari Bantul karena di pasar ini tersedia berbagai macam produk dengan harga yang bersaing.

Fasilitas Lainnya di Pasar Seni Gabusan

Pasar seni yang mengusung perpaduan unsur tradisional dan modern ini juga memberikan fasilitas lengkap yang dapat dinikmati pengunjung. Beberapa fasilitas yang terdapat di Pasar Seni Gabusan ini antara lain tempat parkir, musholla, internet gratis, tempat bermain, pusat perbelanjaan kebutuhan sehari-hari, restoran dan sebagainya. Pastinya semua fasilitas yang tersedia di sini akan membuat anda merasa betah berlama-lama berada di Pasar Seni Gabusan ini.

Demikian beberapa ulasan menarik mengenai Pasar Seni Gabusan, Surganya Kerajinan Bantul yang dapat menjadi referensi bagi anda yang ingin berbelanja kerajian seni khas Bantul. Berbagai macam produk dan fasilitas di Pasar Seni Gabusan ini tentunya sangat sayang anda lewatkan begitu saja ketika anda berkunjung ke Bantul. Jadi, jangan lupa untuk mampir dan membeli kerajinan cantik khas Bantul di Pasar Seni Gabusan ini, ya.

Berenang Aman di Pantai Sadranan

Biasanya para orang tua menjadikan pantai sebagai destinasi wisata bersama anak – anaknya, namun tidak jarang menjadi dilema saat muncul ketakutan melihat sang anak asik main di bibir pantai. Arus ombak yagn tidak bisa di tebak dan minimnya pengawasan dari pihak keamanan pantai. Maka dari itu memilih pantai sebagai destinasi yang dikunjungi bersama anak menjadi hal yang sangat penting, agar orang tua tenang dan anak tetap bisa bermain air. Hal – hal yang perlu diperhatikan saat anda memilih pantai yang aman untuk sang anak adalah pastikan pantai tersebut memiliki sarana pemecah ombak di sekeliling pantai, seperti bukit karang atau teluk. Bisa juga dilihat dari dilihat dari arah bibir pantai menghadap kemana. Karena ada beberapa pantai yang tidak langsung menghadap ke laut lepas karena tertutup tebing atau teluk di depannya.

Sumber Gbr: Joglowisata
Sumber Gbr: Joglowisata

Pantai Sadranan di Gunung Kidul mungkin bisa di jadikan salah satu pilihan. Ombak di pantai ini tidak ganas seperti layaknya ombak pantai selatan, karena terdapat sebuah tebing karang besar di bagian depan bibir pantai sehingga ombak besar akan terpecah sebelum sampai ke bibir pantai. Tipikal pantai yang seperti itu juga biasannya di jadikan area Snorkeling seperti pantai Sadranan. Memiliki bibir pantai yang cukup panjang, dengan pasit putih yang halus serta persewaan alat menyelam nampaknya menjadi nilai plus di pantai ini.

Sumber Gbr: Joglowisata
Sumber Gbr: Joglowisata

Belakangan kunjungan wisatawan mulai meningkat sehingga fasilitas yang ada pun semakin lengkap. Toilet, Warung makan, Penginapan hingga oleh – oleh khas gunung kidul juga sudah tersedia di tempat ini. untuk para pengunjung pun di siapkan gazebo yang berjejer rapi di pinggi pantai, sehingga para orang tua yang mengajak anaknya tetap bisa mengawasi tanpa perlu berpanas – panasan. Jika anda hanya ingin nongkrong sambil makan cemilan, maka saat memasuki area pantai para penjual  ‘cemilan’ akan menawarkan berbagai aneka seafood goreng seperti udang, undur – undur, kerang hingga kepiting sebagai cemilan karena di jual layaknya makanan kilo-an.

Sumber Gbr: Joglowisata
Sumber Gbr: Joglowisata

di pantai ini anda tidak perlu memakai alas saat bermain air karena  bagian tepinya berupa pasir tanpa karang, sehingga kaki aman dari tajamnya batu karang. Meskipun ombak di pantai ini tergolong ‘ramah’ namun harus tetap berhati – hati mengingat cuaca dan angin juga mempengaruhi derasnya ombak dan tidak dapat di prediksi. Bagi yang mengajak anak, tetap awasi dengan seksama.

Lokasi & Harga Tiket Masuk Pantai Sadranan

Pantai ini berada di Dusun Pulegundes II, Desa Sidoarjo, Tepus, Gunung Kidul, DIY. Untuk mencapai Pantai Sadranan di butuhkan kurang lebih waktu sekitar 2 jam jika di tempuh dari kota Yogyakarta. Rute yang bisa anda lewati sama seperti rute ke Pantai Baron melewati jalan Wonosari. Sesampainya di kota Wonosari anda akan dengan mudah menemukan petunjuk arah untuk ke pantai Baron, mengingat kawasan Pantai Gunung Kidul memang menjadi tujuan utama wisata. Setibanya di TPR anda akan dikenakan biaya Rp 10.000, ikuti jalan melewati pantai Baron dan di persimpangan ambil jalan ke kanan. Untuk petunjuk arah ke pantai Sadranan memang belum ada namun tidak perlu kuatir karena letaknya bersebelahan dengan pantai Krakal (sesudahnya) dan Slili sehingga anda cukup mengikuti petunjuk arah ke 2 pantai tersebut.

Peta Pantai Sadranan

Puncak Suroloyo, Lelah yang Berbayar Indah

Yogyakarta memiliki banyak spot – spot cantik untuk menikmati Sunrise maupun Sunset. Mulai dari background candi, lautan hingga barisan pegunungan. Dan yang satu ini salah satu yang terbaik. Berlokasi di Dusun Keceme, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Kulonprogo, Yogyakarta. Untuk menuju puncak Suroloyo anda harus menaiki anak tangga yang berjumlah 286 dengan tingkat kemiringan yang lumayan terjal. Untuk sampai ke puncaknya di butuhkan fisik yang prima, dan yang pasti perut tidak boleh dalam keadaan terisi penuh karena dapat menyebabkan mual. Untuk yang biasa trekking rute seperti di Puncak Suroloyo mungkin dapat ditempuh dalam sekali daki tanpe istirahat. Namun utk yang tidak terbiasa sebaiknya tidak perlu terburu – buru, berjalanlah dengan diselingi obrolan dengan teman dan sesekali beristirahat.

Sumber Gbr: piknikasik
Sumber Gbr: piknikasik

Puncak Suroloyo adalah puncak tertinggi di Perbukitan Menoreh, Yogyakarta. Perbukitan yang memiliki ketinggian kurang lebih 2000 meter dpl ini membentang sepanjang Yogyakarta dan Jawa Tengah. Dari Puncak Suroloyo, wisatawan bisa melihat Yogyakarta dari atas awan dan bisa melihat langsung keindahan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Di Puncak Suroloyo terdapat tiga buah gardu pandang yang secara umum disebut pertapaan, masing-masing memiliki nama Suroloyo, Sariloyo dan Kaendran. Selain itu, Bukit Suroloyo juga merupakan tempat yang menyimpan cerita legenda.  Legenda ini mengkisahkan seorang Raden Mas Rangsang yang kemudian hari bergelar Sultan Agung Hanyokrokusumo, bertapa untuk menjalankan wangsit yang datang padanya.

Sumber Gbr: jogjainvest
Sumber Gbr: jogjainvest

Legenda mengenai Puncak Suroloyo bermula dari seorang pujangga bernama Ngabehi Yasadipura dari Keraton Surakarta yang dalam kitabnya berjudul Cabolek. Ia mengisahkan bahwa Raden Mas Rangsang, Putra Mahkota Kerajaan Mataram Islam, pernah menerima wangsit untuk menjadi penguasa tanah Jawa. Raden Mas Rangsang harus berjalan kaki dari keraton di wilayah Kotagede menuju ke arah barat. Setelah menempuh perjalanan dengan jarak sekitar 40 kilometer di wilayah Pegunungan Menoreh, ia jatuh pingsan karena kelelahan. Dalam pingsannya, Raden Mas Rangsang mendapat wangsit yang kedua. Wangsit tersebut memerintahkan agar Raden Mas Rangsang, yang ketika besar bergelar Sultan Agung Hanyakrakusuma, untuk melakukan tapa kesatrian di tempat itu. Tempat itulah yang sekarang disebut dengan Puncak Suroloyo.

Sumber Gbr: swaragamafm
Sumber Gbr: swaragamafm

Ada tiga pendopo di Puncak Suroloyo. Pendopo pertama ialah Pertapaan Suroloyo. Lokasinya Pertapaan Suroloyo berada di paling bawah dibandingkan dengan dua pendopo lainnya. Dari sini wisatawan dapat melihat Candi Borobudur. Pendopo kedua bernama Pertapaan Sariloyo yang terletak 200 meter ke arah barat. Dari Pertapaan Sariloyo, wisatawan bisa memandang Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro. Untuk mencapai pendopo ketiga, wisatawan harus naik tangga sekitar 200 meter lagi. Pendopo ini diberi nama Pertapaan Kaendran. Dari tempat ini secara samar-samar akan terlihat warna biru berbatas dengan abu-abu yang merupakan Pantai Glagah di Kulonprogo.[Semua pertapaan ini berada dalam satu area berdekatan di kawasan Puncak Suroloyo. Puncak Suroloyo merupakan satu titik temu antara empat gunung, yakni Merapi, Sindoro, Sumbing dan Merbabu.

Lokasi & Harga Tiket Masuk Puncak Suroloyo

Rute yang bisa anda tempuh untuk bisa ke Puncak Suroloyo sejauh  dari arah Jogja melewati jl. Godean terus hingga Balai Desa Sidorejo, dari Balai Desa terus sekitar 1,2 KM bertemu perempatan Sendangarum (Minggir) belok ke kanan. Terus sekitar 1,6 KM bertemu pertigaan belok kiri, dari pertigaan tersebut terus hingga mentok lalu ambil kanan. Ikuti jalan beraspal hingga bertemu perempatan Nanggulan dari perempatan itu jalan yang pegunungan yang berliku akan menyambut anda hingga tiba di puncak Suroloyo. Ikuti jalan sesuai petunjuk arah atau boleh bertanya dengan penduduk sekitar agar tak tersesat. Tiket masuk ke lokasi wisata Puncak Suroloyo sebesar Rp 3.000.

Peta Puncak Suroloyo

Candi Ijo, Candi Tertinggi di Jogja

Candi Ijo merupakan salah satu candi Hindu yang letaknya diatas perbukitan, atau lebih tepatnya di 425 meter diatas permukaan laut (MDPL). Candi yang diperkirakan dibuat pada abad ke 10 ini merupakan candi bercorak Hindu yang di bangun pada masa Kerajaan Medang. Letaknya di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan. Dinamakan Candi Ijo dikarenakan keberadaannya yang terletak di atas bukit bernama Gumuk Ijo. Wilayah Gumuk Ijo sendiri masih merupakan bagian dari perbukitan Batur Agung dan hanya berjarak sekitar 4 Kilo Meter dari Istana Ratu Boko.

Sumber Gbr: jogja.lungo
Sumber Gbr: jogja.lungo

Karena letaknya yang di perbukitan membuat panorama di sekitarnya begitu indah, dari sini anda akan dimanjakan dengan pemandangan kota Jogja hingga pantai Selatan. Luas dataran di area candi sendiri  sekitar 0,8 hektar. Namun ada dugaan komplek Candi Ijo memiliki area yang lebih luas hingga menjorok ke bagian barat hingga utara candi. Ini dibuktikan dengan adanya artefak – artefak yang ditemukan oleh warga saat area sebelah utara di explorasi oleh warga yang dipastikan memiliki keterkaitan dengan Candi Ijo.

Sumber Gbr: nolkmjogja
Sumber Gbr: nolkmjogja

Secara keseluruhan, kompleks candi merupakan teras-teras berundak, dengan bagian terbawah di sisi barat dan bagian tertinggi berada pada sisi timur, mengikuti kontur bukit. Kompleks percandian utama berada pada ujung timur. Di bagian barat terdapat reruntuhan bangunan candi yang masih dalam proses ekskavasi dan belum dipugar. Setelah disela oleh kebun kecil, terdapat teras yang lebih tinggi dengan cukup banyak reruntuhan yang diperkirakan berasal dari sekumpulan candi-candi pemujaan kecil (candi perwara). Salah satu candi ini telah dipugar pada tahun 2013.

Sumber Gbr: dandhyphotowork
Sumber Gbr: dandhyphotowork

Kompleks percandian utama terletak di bagian timur menempati teras tertinggi. Di bagian ini ada candi induk yang salah satunya telah di pugar diantaranya candi pengapit, dan candi perwara. Candi induk yang sudah selesai dipugar menghadap ke barat. Di bagian depannya berjajar tiga candi yang lebih yang lebih kecil ukurannya yang diduga dibangun untuk memuja Trimurti yakni Brahma, Wisnu, dan Syiwa. Ketiga candi perwara ini menghadap ke arah candi utama, yaitu menghadap ke timur. Ketiga candi kecil ini memiliki ruangan di dalamnya dan terdapat jendela kerawangan berbentuk belah ketupat di dindingnya. Atap candi perwara ini terdiri atas tiga tingkatan yang dimahkotai barisan ratna. Candi perwara yang berada di tengah melindungi arca lembu Nandini, kendaraan Dewa Syiwa.

Sumber Gbr: lookjogja
Sumber Gbr: lookjogja

Objek wisata Candi Ijo sendiri berdekatan dengan destinasi wisata baru yakni Tebing Breksi,  sebelum anda tiba di Candi Ijo di sebelah kiri jalan akan tampak tumpukan sebuah bukit batu kapur yang ditambang oleh masyarakat sekitar dan saat ini di fungsikan sebagai tempat wisata serta panggung kesenian seperti kuda lumping dan kesenian – kesenian lainnya. Jadi tidak ada salahnya jika sebelum atau sesudah mengunjungi Candi Ijo anda bisa sekalian mampir ke Tebing Breksi.

Lokasi dan Harga Tiket Masuk Candi Ijo

Dari arah kota Jogja anda bisa langsung mengambil arah ke Candi Prambanan melalui Jalan Solo, sesampainya di pertigaan lampu merah Candi Prambanan (setelah jembatan), belok kanan ke Jalan Piyungan searah jika anda ingin ke Istana Ratu Boko. Dari Gerbang Istana Ratu Boko masih terus ke Selatan sekitar 1,5 Kilo Meter sampai bertemu perempatan lalu belok kiri. Terus ikuti jalan hingga mentok lanjut belok kanan. Dari sini anda tinggal ikuti jalan hingga akhirnya tiba di gerbang Candi Ijo. Harga tiket untuk masuk ke Candi Ijo adalah sebesar Rp 5.000.

Peta Candi Ijo

Pantai Trenggole, Pantai Cantik Nan Sunyi di Timur Indrayanti

Sumber Gbr: NoviantoBong
Sumber Gbr: NoviantoBong

Alternatif bagi wisatawan yang memilih untuk berakhir pekan di wilayah pantai gunung kidul. Jika yang sudah – sudah Pantai Indrayanti menjadi salah satu tujuan utama maka cobalah untuk sedikit bergeser ke sebelah timur. Tepat di samping bukit terdapat sebuah pantai kecil nan indah bernama Pantai Trenggole. Pantai ini terletak di Dusun Ngasem, Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Gunung Kidul. Untuk menuju pantai ini, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi baik sepeda motor ataupun mobil, karena memang belum ada kendaraan umum yang menjangkau daerah ini. Akses kepantai ini bisa melalui Pantai Indrayanti dengan berjalan menyusuri bukit yang tepat berada di sebelah timur. Sedikit membutuhkan perjuangan dan tenaga untuk naik turun bukit hingga tiba di Pantai Trenggole.

Sumber Gbr: shobek-corp
Sumber Gbr: shobek-corp

Ada beberapa hal yang membedakan antara pantai ini dengan pantai lain yang ada di Gunung Kidul, seperti adanya batu pemecah ombak yang tersebar di bagian barat bibir pantai. Bebatuan yang berbentuk dadu raksasa ini difungsikan untuk mencegah terjadinya abrasi dikarenakan lokasi pantai ini digunakan sebagai tempat pengolahan air laut. Terdapat pipa – pipa air serta sebuah reservoir yang letaknya di dekat bibir pantai. Reservoir sendiri adalah sebuah wadah/ tempat penampungan air/ minyak/ gas.

Sumber Gbr: jogjalan
Sumber Gbr: jogjalan

Selain batuan pemecah ombak, pasir putih yang halus juga menjadi daya tarik tersendiri. Suasana pantai yang tenang dan jauh dari keramaian menjadi nilai plus tersendiri, mengingat memang pantai ini sejak awal tidak dibuka untuk kunjungan wisata melainkan sebagai instalasi pengolahan air laut. Terdapat 2 pilihan untuk mengakses Pantai Trenggole selain melalui bukit Indrayanti anda juga bisa melalui jalan utama. Namun perlu di ingat jika anda berkunjung ke pantai ini di hari sabtu dan minggu maka satu – satu nya jalan yang bisa anda lalui yaitu melalui jalan setapak karena pada saat weekend akses menuju pantai ini yang melewati Kantor pengolahan air laut ditutup mengikuti waktu operasional dari Instansi yang bersangkutan.

Sumber Gbr: andritm
Sumber Gbr: andritm

Sepinya pengunjung yang datang meskipun letaknya berdekatan dengan Pantai Indrayanti yang notabene hampir selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan, bisa anda manfaatkan untuk bersantai dan menikmati suasana pantai dengan lebih tenang dan nyaman. Terdapat pula sebuah gazebo jika anda ingin berteduh dari teriknya sinar matahari. Selain bersama teman – teman, berkunjung ke pantai ini juga bisa menjadi alternatif wisata anda bersama keluarga bahkan anak – anak. Melihat potensi yang dimiliki pantai ini tidak ada salahnya menjadikan lokasi ini sebagai alternatif saat Pantai Pulang Syawal (Indrayanti) disesaki pengunjung.

Lokasi & Harga Tiket Masuk Pantai Trenggole

Dari kota Yogyakarta, diperlukan kurang lebih 2 jam perjalanan menuju kota Wonosari melalui jalan Wonosari. Setelah itu, ikuti petunjuk menuju jalan Pantai Baron yang akan dengan mudah anda temukan setelah memasuki kawasan Wonosari. Sesampainya di kawasan Pantai Baron meskipun jalan yang dilalui sudah beraspal, Anda tetap harus berhati-hati karena medan yang dilalui terdiri dari banyak tanjakan, turunan dan tikungan, terutama bagi Anda yang belum terbiasa melewati jalan Wonosari. Setelah itu, ikuti petunjuk arah ke Pantai Indrayanti. Sesampainya di Pantai Indrayanti anda bisa memarkirkan kendaraan anda di area parkir Pantai tersebut, kemudian melanjutkan perjalanan melalui jalan setapak yang ada di sebelah timur Pantai Indrayanti. Setelah menelusuri jalan tanah tersebut, Anda akan menemukan papan penunjuk arah yang akan membawa anda menuju Pantai Trenggole. Harga tiket masuk ke Pantai Trenggole gratis, hanya saja membayar retribusi di gerbang masuk Pantai Indrayanti sebesar Rp 10.000.

Peta Pantai Trenggole

 

Telaga Biru Semin, Indahnya Kolam Sisa Tambang

Jika belum puas dengan Pantai, Gua dan Cave Tubing yang ada di Gunung Kidul masih ada objek wisata yang lainnya, yaitu Telaga Biru. Telaga Biru yang dikenal juga dengan sebutan Blue Lake  ini terletak di Dusun Ngentak, Desa Candirejo, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunung Kidul. Telaga ini terbentuk karena aktivitas pertambangan Batu Putih yang hingga kini pun kegiatan pertambangan tersebut masih berlangsung meski sudah tidak segencar saat telaga belum di aliri air. Awalnya tempat ini hanyalah sebuah bukit, atau gunung yang di manfaatkan oleh warga sekitar untuk di ambil batunya dan dijadikan kerajinan. Warga menambang bukit yang tingginya sekitar 400 meter dari permukaan laut  untuk diekspor ke berbagai negara. Seiring berjalannya waktu, bukit tersebut semakin hari semakin terbelah dan mulai hilang. Penggalian yang dilakukan teru menerus hingga sampai ke lapisan dasar dimana terdapat sumber air tanah, mengakibatkan keluarnya air dari permukaan dan mulai menggenangi lokasi petambangan.

Telaga Biru3

 

Telaga ini memiliki air yang berwarna biru kehijauan atau yang sering disebut tosca, warna tersebut di akibatkan oleh lumut dan ganggang yang tumbuh di dasaran dan menimbulkan warna saat air terkena pantulan sinar matahari. Terdapat 3 lokasi kolam di telaga ini layaknya telaga warna yang ada di dataran tinggi Dieng. Ke tiga kolam nya sekilas memiliki warna yang berbeda, mulai dari tosca, hijau atau bahkan sedikit kebiruan itu semua disebabkan oleh kadar sinar matahari yang diterima oleh masing – masing kolam berbeda sehingga air tampak warna – warni.

Telaga Biru2

Dari salah satu tebing diantara telaga anda bisa menikmati pemandangan berupa pepohonan hijau yang terbentang luas dengan di kelilingi perbukitan. Tips untuk anda yang mengagendakan lokasi ini sebagai destinasi berakhir pekan, sebaiknya datang disaat pagi atau menjelang sore untuk menghindari teriknya sidan matahari, mengingat di lokasi kolam masih jarang sekali tempat berteduh seperti gazebo layaknya lokasi wisata di Gunung Kidul lainnya. Dapat dimaklumi karena lokasi ini memang hanya dikelola secara mandiri oleh pokdarwis sekitar dan nyaris tidak tersentuh bantuan pemerintah.

Telaga Biru

Harga Tiket Masuk Telaga Biru Semin

Untuk masuk atau harga tiket masuk telaga biru ini belum dikenai biaya. Hal ini karena memang belum diresmikan sebagai tempat wisata. Namun, masyarakat setempat memberlakukan biaya parkir kendaraan wisatawan yang akan mengunjungi danau ini. Untuk roda dua atau sepeda motor adalah Rp 2.000 dan biaya parkir untuk kendaraan roda empat atau mobil adalah Rp 5.000.

Lokasi Telaga Biru Semin

Jarak yang ditempuh jika anda dari arah Jogja sekitar 60 KM atau ditempuh selama 2 jam. Langsung saja menuju arah Wonosari, sesampainya di wonosari lanjutkan perjalanan menuju pasar semin, setibanya di pasar semin ambil jalan menuju ke Watu Kelir. Kalau dari arah semin menuju Watu Kelir ini maka bisa dikatakan kearah utara. Sebelum watu kelir, anda akan menjumpai Gapura selamat datang di Gunungkidul, atau perbatasan Gunungkidul dengan Jawa Tengah yang masih dalam tahap pembangunan. Dari Gapura perbatasan tersebut lokasi Telaga biru masih lurus.  Sekitar 1 Km dari gapura tersebut ada jembatan, dan pas disetelah jembatan tersebut silahkan ambil kanan. Dari situ silahkan lurus terus, setelah 300 m silahkan ambil kiri dan 200 meter setelahnya sampailah anda di Telaga biru tersebut.

Peta Telaga Biru Semin

Bukit Panguk, Melihat Indahnya Alam Dari Gardu Nginguk

Satu lagi lokasi wisata baru yang berada di Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul. Setelah Kebun Buah Mangunan, Puncak Becici, Curug Lepo dan lainnya, kini muncul satu lagi yakni Bukit Panguk. Terletak di Dusung Kediwung Desa Mangunan Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul, tepatnya di Puncak Bukit Batu Lawang atau sekitar 2 km dari Kebun Buah Mangunan. Objek wisata ini masih tergolong baru karena resmi dibuka tanggal 16 Mei 2016 lalu, dan belum banyak diketahui orang – orang. Dari atas bukit ini anda bisa melihat hijaunya alam, pihak pengelola pun tidak kalah update dengan membangun sebuah gardu pandang yang memang menjadi magnet di beberapa lokasi wisata perbukitan di Jojga. Gardu pandang tersebut di buat di pinggiran bukit dengan sedikit menjorok ke luar, atau orang jogja menyebutnya dengan ‘Nginguk’ yang artinya sedang menegok dengan kepala lebih condong ke depan.

Sumber Gbr: NN
Sumber Gbr: NN

Meskipun terhitung baru sebagai objek wisata, Bukit Panguk sudah menjadi buah bibir di kalangan netizen. Beberapa traveler Jogja sudah mulai membagikan hasil dokumentasinya di beberapa jejaring sosial media. Seketika foto – foto yang tersebar menjadi viral dan memancing rasa penasaran khalayak ramai. Sebenarnya di Jogja sendiri banyak terdapat objek wisata yang menawarkan pemandangan indah lewat gardu pandangnya. Seperti di Kalibiru, Puthuk Setumbu, Puncak Becici dan di hampir semua destinasi yang memiliki ketinggian selalu di sediakan Gardu Pandang untuk daya pikat wisatawan.

Sumber Gbr: Maspeot
Sumber Gbr: Maspeot

Menikmati pagi di tempat ini akan semakin asyik sembari berdiri di gardu pandang atau anjungan kayu yang di bangun langsung di atas tebing. Ada beberapa anjungan/jembatan kayu di tempat ini, baik yang berukuran kecil dan hanya cukup untuk dua orang atau yang berukuran besar dan cukup luas sehingga bisa dinaiki hingga 10 orang. Anjungan-anjungan ini menjadi lokasi favorit untuk berfoto.

Sumber Gbr: viva
Sumber Gbr: viva

Memandang rentetan hijaunya pepohonan di sekitar bukit dan udara yang sejuk menambah keinginan wisatawan untuk segera menginjakkan kaki di wisata yang tergolong masih baru tersebut. Selain itu, wisatawan akan disuguhkan pula dengan pemandangan berupa aliran Kali Oya yang sangat indah. Bahkan pemandangan berupa goa juga dapat diamati dengan seksama di spot tersebut. Yaitu, Goa Pertapaan dan Goa Soo yang keduanya memiliki cerita mistis tersendiri.

Sumber Gbr: dewiandiyah91
Sumber Gbr: dewiandiyah91

Dengan adanya objek wisata baru ini diharapkan dapat memecah ramainya wisatawan yang berkunjung ke Kecamatan Dlingo dan menjadi alternatif jika di salah satu objek wisata seperti di Kebun Buah atau Puncak Becici dipadati wisatawan. Untuk fasilitas di Bukit Panguk ini sudah tersedia Gazebo dan warung warung makan.

Lokasi & Harga Tiket Masuk Bukit Panguk

Lokasinya cukup mudah untuk dijangkau, karena lokasinya yang tak jauh dari kota Jogja, yaitu hanya sekitar 50 menit perjalanan dengan sepeda motor atau sejauh 25 KM. Jika sebelumnya pernah ke Hutan Pinus atau Kebun Buah Mangunan maka anda tak akan kesulitan untuk mencapai tempat ini, karena memang lokasinya Bukit Panguk Kediwung ini terletak dekat dengan Kebun buah Mangunan. Jika belum pernah maka akan coba kami tuntun, melewati Jl. Imogiri Barat terus ke selatan hingga bertemu perempatan Sumberagung ambil kiri atau ke arah timur. Dari situ terus ikuti jalan utama melewati jl. Mangunan. Setibanya di Mangunan anda akan di bantu petunjuk jalan hingga tiba di Bukit Panguk. Untuk bisa masuk dan menikmati pesona Bukit panguk pengunjuk cukup membayar jasa parkir Rp. 2.000/motor dan Rp. 5.000 untuk mobil dan membayar uang retribusi seiklasnya guna pembanguna wisata karena belum ada tarif retribusi.

Peta Bukit Panguk

Yogyakarta, Tak Kenal Maka Tak Sayang

Sumber Gbr: tisagajogja
Sumber Gbr: tisagajogja

Masih ingat slogan “IJAB QABUL” yang sering terpasang di spanduk – spanduk sepanjang jalan di Yogyakarta? Penyebab utama munculnya spanduk ini adalah karena adanya isu bahwa Presiden ke 6 pada saat itu hendak menghilangkan keistimewaan Yogyakarta, dari Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi Provinsi Yogyakarta. Isu ini telah memancing banyak kontroversi hingga terbentuklah relawan dan banyak lembaga lain yang menolak penghapusan ke-istimewa-an Yogyakarta ini bahkan hingga Hamengku Buwana 10 (Sultan Yogyakarta) mengeluarkan Sabdatama (amanah) yang berisikan bahwa “Yogyakarta adalah bagian yang tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Indonesia. Bersatu tak berarti melebur! ”

Sumber Gbr: shymfony
Sumber Gbr: shymfony

 

Jauh sebelum bersatu dengan NKRI, Yogyakarta telah di akui sebagai sebuah negara berdasarkan perjanjian Giyanti. Kesultanan Yogyakarta dan juga Kadipaten Paku Alaman yang merupakan cikal bakal atau asal usul DIY, memiliki status sebagai “Kerajaan vasal / Negara bagian / Dependent state” dalam pemerintahan penjajahan mulai dari VOC hingga Kekaisaran Jepang. Status ini membawa konsekuensi hukum dan politik berupa kewenangan untuk mengatur dan mengurus wilayahnya sendiri di bawah pengawasan pemerintah pusat.

Sumber Gbr: jogjatraveling
Sumber Gbr: jogjatraveling

Ketika Soekarno – Hatta memproklamirkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), posisi Negeri Ngayogyakarta dan Pakualaman berada di persimpangan jalan. Antara bergabung dengan NKRI atau membuat negara sendiri yang berdaulat. Kala itu, sebenarnya Yogyakarta secara sistem pemerintahan sudah bisa membuat negara sendiri. Namun pada akhirnya Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII memutuskan bergabung dengan NKRI.

Sumber Gbr: ranarast
Sumber Gbr: ranarast

Yogyakarta mulai bergabung dengan Indonesia pada tanggal 5 September 1945. Ijab Qabul menjadi analogi  bergabungnya 2 negara menjadi satu. Dan yang dimaksud dengan “Bersatu Tidak Berarti Melebur” adalah meskipun Yogyakarta bergabung dengan Indonesia tidak berarti segala sesuatunya bisa diatur oleh pemerintah pusat, karena pemegang kekuasaan tertinggi di Yogyakarta tetap berada di tangan sang Raja yakni Sri Sultan HB X. Maka dari itu Yogyakarta di beri Mahar berupa daerah setingkat Provinsi yang Istimewa bukan Provinsi.

Sumber Gbr: Liputan6
Sumber Gbr: Liputan6

Bisa dibilang jika tidak ada pengakuan bergabungnya Daerah Istimewa Yogyakarta, maka NKRI juga tidak ada. Saat itu tidak ada satu kerajaan maupun negara – negara bentukan Belanda yang menyatakan bergabung dengan NKRI, sehingga Yogyakarta merupakan wilayah pertama di NKRI. Pernyataan bergabungnya Keraton Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman ke dalam NKRI memiliki nilai strategis yang luar biasa, salah satunya menjadikan negara yang baru merdeka ini memiliki wilayah kedaulatan, dan langkah ini pun kemudian diikuti wilayah-wilayah lain termasuk negara – negara atau kerajaan – kerajaan di Nusantara yang dibentuk Belanda. Pengorbanan yang tidak kalah pentingnya adalah ketika NKRI berdiri, maka harus memiliki mata uang,sehingga harus ada jaminan uang emas di Bank Indonesia agar uang dapat dicetak. Dan Sri Sultan Hamengku Buwono IX dengan ikhlas memberikan emas batangan milik Keraton Yogyakarta sebagai jaminan, dan sampai saat ini pihak keraton tidak pernah mengungkit – ungkit serta meminta kembali.

Dalam sejarahnya Yogyakarta memiliki peranan penting dalam mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Terbukti pada tanggal 4 Januari 1946 sampai dengan tanggal 27 Desember 1949 pernah dijadikan sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia. Selama pusat pemerintahan berada di Yogyakarta inilah Sri Sultan HB IX menggunakan dana pribadinya (dari istana Yogyakarta) untuk membayar gaji pegawai republik yang tidak dibayart semenjak Agresi Militer ke-2. Tanggal 4 Januari inilah yang kemudian ditetapkan menjadi hari Yogyakarta Kota Republik pada tahun 2010.