Kotagede, Sisa Pusat Kota & Pemerintahan Mataram Jawa

share small Kotagede, Sisa Pusat Kota & Pemerintahan Mataram Jawa

kotagede3 300x225 Kotagede, Sisa Pusat Kota & Pemerintahan Mataram Jawa

Kotagede salah satu tempat penting dan merupakan kota tua yang banyak menyimpan sejarah peradaban Kraton Yogyakarta dan Surakarta. Selain kini terkenal sebagai penghasil perak unggulan, Kotagede juga menyimpan berbagai bangunan bersejarah. Dahulunya kota daerah ini merupakan pusat kota dan pemerintahan Kerajaan Mataram Islam dibawah kepemimpinan Panembahan Senopati.

Kotagede2 300x212 Kotagede, Sisa Pusat Kota & Pemerintahan Mataram Jawa

Ada sejumlah peninggalan Kotagede yang sangat menarik, sebagai peninggalan kerajaan Mataram Islam, seperti Makam para Raja, Mesjid Kotagede, rumah tradisional berarsitektur Jawa Mataram, hingga sisa reruntuhan benteng. Area pemakaman menjadi pintu masuk pertama sebelum melanjutkan perjalanan ke spot lainnya  untuk memasuki area ini kita harus mengenakan busana adat Jawa (bisa disewa di sana). Pengunjung diperbolehkan untuk masuk ke dalam makam pada Hari Minggu, Senin, Kamis, dan Jumat, dengan periode waktu pada pk 08.00 – 16.00. Pengunjung tidak diperbolehkan untuk memotret dan mengenakan perhiasan emas di dalam bangunan makam. Sejumlah tokoh penting yang dimakamkan di sini adalah Sultan Hadiwiijaya, Ki Gede Pemanahan, Panembahan Senopati, dan anggota keluarganya.

 

Kotagede4 300x202 Kotagede, Sisa Pusat Kota & Pemerintahan Mataram Jawa

Di dalam kompleks makam, kita juga bisa menemui mesjid tertua di kota Yogyakarta, yaitu Mesjid Kotagede. Masjid Mataram Kotagede didirikan tahun 1640 atas prakarsa Sultan Agung dan dibantu oleh warga sekitar Kotagede yang saat itu banyak menganut agama Hindu dan Budha. Pengaruh Hindu dan Budha juga dapat terlihat dari berbagai ornamen yang ada di masjid berusia ratusan tahun ini. Di samping kompleks makam, kita juga bisa mendapati tempat pemandian. Ada pemandian khusus pria dan wanita. Dimana air untuk pemandian pria diperoleh dari sumber di dalam kompleks makam. Sementara, air untuk pemandian wanita, diperoleh dari sumber pohon beringin di depan gerbang utama.

Kotagede7 300x225 Kotagede, Sisa Pusat Kota & Pemerintahan Mataram Jawa

Konon, pohon beringin ini ditanam langsung oleh Sunan Kalijaga dan telah berusia lebih dari 500 tahun. Selain itu, ada sejumlah rumah tradisional Jawa Mataram, yang bisa dilihat di depan kompleks makam. Masih terawat dengan baik dan rumah tradisional ini masih digunakan oleh penduduk setempat sebagai tempat tinggal. Di sebelah barat daya dan tenggara, kita juga bisa menemukan sisa reruntuhan tembok bekas benteng. Reruntuhan ini memiliki ukuran seluas 400 x 400 meter lengkap dengan parit yang dulu digunakan sebagai benteng pertahanan keraton.

Kotagede6 300x225 Kotagede, Sisa Pusat Kota & Pemerintahan Mataram Jawa

Satu lagi yang tidak boleh dilewatkan jika berkunjung ke tempat ini adalah Pasar Kotagede, yang merupakan pasar tradisional tertua di Yogyakarta dan sampai saat ini masih beroperasi. Sistem kota kerajaan Jawa biasanya menempatkan kraton, bundaran, dan pasar tradisional di jalur yang membentang dari Selatan ke Utara. Kitab Nagarakertagama yang ditulis di era Kerajaan Majapahit (abad ke-14), mengatakan bahwa pola ini telah digunakan sejak saat itu. Pasar tradisional yang sudah ada sejak era Panembahan Senopati, masih ada sampai sekarang. Setiap legi pagi di sistem penanggalan Jawa, semua penjual, pembeli, dan produk perdagangan ramai bertransaksi di pasar tradisional ini.

Lokasi & Harga Tiket Kotagede

Akses menuju Kotagede Yogyakarta terbilang mudah. Dari Bandara Adi Sucipto Jogjakarta, langsung menuju fly over Janti ke arah Ring Road Blok-O, sesampainya di perempatan Ring Road Blok-O belok kanan atau ambil arah barat menuju Gedong Kuning, dari perempatan Gedong Kuning Lurus hingga bertemu lampu merah, dari lampu merah itu pengunjung akan disambut gapura selamat datang di Kotagede. Atau jika datang dari alun – alun selatan bisa langsung menuju perempatan Plengkung Gading lalu belok kiri (timur) terus sampai melewati XT-Square dan belok kanan tepat di perempatan Kotagede. Tidak ada tiket khusus jika anda berkunjung ke Kotagede, kecuali biaya parkir.

Peta Kotagede

Popular Tags:

  • gerbang selamat datang kota gede
  • rumah tradisiobal jawa mataram islam

Advertisement

No comments.

Leave a Reply