Tak Mendapat Perhatian Pemerintah, Warga Swadaya Kembangkan Wisata Curug Banyunibo

share small Tak Mendapat Perhatian Pemerintah, Warga Swadaya Kembangkan Wisata Curug Banyunibo

Obyek Wisata curug banyunibo memang sempat mencuat dan menjadi tempat tujuan wisata alternatif bagi masyarakat Kota Jogja dan sekitarnya. Awal tahun 2013 lalu, tempat wisata ini emang cukup menggemparkan karena untuk pertama kalinya disorot oleh media, baik media massa, maupun elektronik. Ketika itu memang sempat ada secercah harapan karena bulan Maret 2013 Curug banyunibo mendapat kunjungan dari Komisi B DPRD DIY. Harapan untuk dikembangkannya air terjun yang sangat eksotis itu menjadi sebuah objek wisata pun membumbung tinggi. Hanya saja, Janji tinggal sebuah janji, selang setahun berlalu nyatanya tak ada lagi perhatian dari pemerintah daerah setempat.

curug banyunibo 225x300 Tak Mendapat Perhatian Pemerintah, Warga Swadaya Kembangkan Wisata Curug Banyunibo

Keindahan curug banyunibo

Masyarakat dusun setempat bukannya berpangku tangan menunggu bantuan untuk mengembangkan wisata alternatif tersebut, para tokoh desa seperti Dukuh, karang taruna, dan Pokdarwis setempat nyatanya sudah mengajukan berbagai proposal yang ditujukan ke berbagai instansi ternkait. namun entah mengapa belum ada satupun proposal yang disambut baik. Meski demikian, hasrat masyarakat untuk membuat Curug banyunibo menjadi objek wisata alternatif dan menjadi unggulan semakin kuat dan tak pernah surut. Hal itu disebabkan tingginya animo pengunjung yang setiap hari ada saja yang menghabiskan waktu dan bersantai di air terjun setinggi 30 meter tersebut. Banyak pengunjung yang selalu mengusulkan untuk “mendandani” Air terjun menjadi objek wista menjadi pelecut semangat masyarakat untuk bergerak.

Membangun dengan dana swadaya
Masyarakat Dusun Kabrokan Kulon sebagai tempat lokasi curug banyunibo ternyata sangat sadar jika hanya menunggu bantuan datang maka impian mereka tak akan terwujud. Oleh sebab itu melalui Pokdarwis Banyuniboo, mereka mencoba mengembangkan Curug Banyunibo sebagai objek wisata secara swadaya. Meskipun memakan banyak biaya namun masyarakat tetap bejuang mengumpulkan puing-puing harapan menjadi satu. Selama satu tahun ini Curug Banyunibo memperoleh dana segar sekitar Rp 10 juta hasil dari uang parkir yang diperoleh dari pengunjung. Dana tersebut kemudian digunakan untukl membangun kamar mandi dan melengkapi saran di kawasan curug seperti tempat duduk, tempat sampah, serta gazebo. Beberapa sisi curug pun sudah nampat terlihat rapi meski belum sempurna. Di tahun 2014 ini Pokdarwis setempat kembali membangun prasarana berupa akses jalan masuk yang lebih memadai. Jika duhu untuk masuk ke area Curug banyunibo harus menyusup ke kebun kebun warga, kini sudah dibuatkan jembatan dan jalan utama dengan total biaya pembuatan sebesar Rp. 12 juta lebih.

Dalam wawancara JelajahJogja dengan Tokoh masyarakat setempat Himawan Ardi S selaku Karang Taruna dan Anggota Pokdarwis, Dia menjelaskan bahwa untuk tahun ini fokus utama pembangunan adalah akses jalan utama menuju lokasi curug. Setelah jembatan dan jalan masuk sudah siap, maka tahap berikutnya adalah penataan lokasi wisata. Himawan juga menuturkan bahwa tingginya minat pengunung menjadi alasan mengapa masyarakat setempat berani “berkorban” untuk membangun objek wisata meski tak diperhatikan oleh Pemda.

“70% pembiayaan pembangungan wisata Curug banyunibo berasal dari penghasilan parkir, kas karang taruna, dan kas dusun. Sisanya berasal dari bantuan masyarakat secara sukarela dan sumbangan dari pengunjung”. Saat ini untuk masuk ke Curug Banyunibo memang tak dipungut biaya, pengunjung hanya perlu membayar sewa parkir sebesar Rp. 2000″, tambah Himawan.
Meski telah menghabiskan dana belasan juta rupiah, namun pembangunan objek wisata Banyunbo masih jauh dari kata sempurna.

Untuk jembatan, saat ini masih menggunakan jembatan bambu karena jembatan beton utama masih dalam proses pembangunan. Menurut Himawan, saat ini pihaknya masih membutuhkan banyak dana dan akan sangat berterimakasih jika pihak Pemda mau meperhatikan. “Kami sangat terbuka bagi siapa saja yang mau bersama sama membangun objek wisata ini, begitu juga dengan Pemda. Itu yang kami tunggu tunggu”, tukasnya.

jembatan 300x225 Tak Mendapat Perhatian Pemerintah, Warga Swadaya Kembangkan Wisata Curug Banyunibo

Jembatan sementara menuju curug banyunibo

Curug banyunibo merupakan objek wisata alternatif berupa air terjun yang terletak 25 km dari pusat kota jogja. Letaknya sebelah barat Lapas 2B bantul. Di sana tersembunyi sebuah air terjun dengan ketinggian 30 meter dan lebar tebing 10 meter. Saat ini untuk menarik para pengunjung, Karang Taruna setempat mengadakan Out Bond serta membuka bumi perkemahan.

Popular Tags:

  • swadaya menjadi objek

Advertisement

No comments.

Leave a Reply